Menjadi Back-end Developer? Siapa takut!? A Roadmap For Back-end Developer

 Menjadi Back-end Developer? Siapa takut!?



Halo semuanya!! Pada kesempatan kali ini aku mau berbagi beberapa hal mengenai Back-end developer. Nah, aku yakin di antara kalian pasti ada yang ingin jadi back-end developer, bener nggak? Dan mungkin beberapa dari kalian juga binggung mau belajar dari mana, ya kan?

Nah, untuk itu aku mau jelasin nih apa aja yang dibutuhkan untuk menjadi developer back-end. Lets check it out!

Back-end developer adalah sebutan bagi developer yang mengurusi atau bertanggung jawab atas kinerja aplikasi di bagian server serta pemodelan database. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab pada pembaruan sistem yang berada pada git. Jadi, secara ringkas mereka harus memahami 3 hal pokok, yakni : server, database, dan aplikasi(pemrosesan data).

Lantas, apa aja yang perlu kita pelajari untuk menjadi Back-end developer?

  • Cara Kerja Internet

Jadi, selain belajar web programing kalian harus belajar mengenai cara kerja internet. Terutama pada materi Domain, Hosting, HTTP dan dasar cara kerja internet. Karena nantinya, kalian harus mendeploy aplikasi kalian ke internet bukan? Jadi kalian harus faham seluk beluk cara kerja internet terutama yang berhubungan dengan kebutuhan aplikasi kalian.

  • Basic Front-end

Selanjutnya kalian harus belajar Front-end. Lah, kenapa? Kan kita mau jadi back-end developer! Eits, jangan salah. Ingat, tugas kalian adalah menghubungkan front-end dengan database maupun server. Jadi,sedikit banyak kalian harus memahami apa yang diinginkan front-end developer. Caranya faham gimana? Ya otomatis kalian harus mempelajari beberapa fungsi atau kode yang krusial dan berhubungan dengan API, database, maupun server.

  • Operating System

Memang sih, dalam beberapa perusahaan besar biasanya tugas dalam pembuatan aplikasi telah dibagi secara rinci sehingga kebanyakan back-end developer tidak terlalu mengurusi secara mendalam mengenai OS dan sumber daya perangkat. Namun, seharusnya setiap back-end developer memahami mengenai hal tersebut. Karena, dalam penggunaannya, tidak mungkin aplikasi tidak menggunakan sumber daya apapun dari sebuah perangkat. Nah, untuk mencegah adanya crash maupun error dalam hal itu, sebaiknya back-end developer memahami OS serta sumber daya perangkat.

  • Bahasa Pemrograman

Kalau mengenai ini sudah jelas bukan? Sebagai developer kalian harus memahami bahasa pemrograman bukan? Bahasa pemrograman yang sebaiknya kalian kuasai, yakni : PHP, Python, dan Java.

  • Database

Yang paling penting nih, kalian harus mempelajari seluk beluk database. Mulai dari bahasa yang digunakan, struktur database, hingga cloud server apabila penyimpanan yang dibutuhkan berbasis cloud.

  • API

Selanjutnya adalah API. Apaan tuh? API adalah singkatan dari Application Programming Interface atau dapat diartikan sebagai perangkat lunak yang berfungsi menghubungkan suatu aplikasi dengan aplikasi lainnya. Dengan API, dua aplikasi yang awalnya sama sekali tidak berhubungan dapat terkoneksi dan terintegrasi sehingga mampu mengkomunikasikan fitur-fitur di antara keduanya. Jika diibaratkan secara sederhana, API adalah jembatan antara dua daratan yang terpisah. Jembatan ini dibangun dengan sekumpulan kode yang menyediakan berbagai access point sehingga informasi dari aplikasi A dapat menyeberang ke aplikasi B secara mulus. Tapi, hal ini memang tidak terlalu krusial tergantung apakah aplikasi kalian nanti memang mebutuhkannya atau tidak.

  • CI/CD

Yang terakhir adalah CI/CD. CI/CD adalah salah satu metode yang digunakan untuk menghubungkan antara tim pengembang/developer dengan tim operasional. Sehingga mereka dapat terhubung dengan mudah untuk segera mengatasi permasalahan dalam aplikasi(bug).

Gimana? Kalian udah tau kan kalo mau jadi back-end harus belajar apa? semoga bermanfaat dan See you in next post , bye.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Web Sederhana dengan HTML dan CSS dengan VScode

Membuat API dengan Strapi + Xampp/MySql server

Design Pattern Of Back-end for Web Developer